Bulan depan sudah bulan Agustus, seperti biasanya pada bulan Agustus bangsa kita akan memperingati hari kemerdekaan kita, tepatnya pada tanggal 17 Agustus… bangsa kita, bangsa Indonesia memproklamirkan diri untuk menjadi bangsa yang merdeka… bangsa yang dapat menentukan nasibnya sendiri…
Beruntunglah kita yang hidup di alam kemerdekaan ini, sehingga kita dapat melakukan hal-hal yang kita inginkan selama tidak merugikan orang lain dan melanggar hukum tentunya… Tapi apakah merdeka itu menyenangkan? dalam tataran individual, manusia yang merdeka menurut saya adalah manusia yang mampu menentukan sikapnya sesuai dengan keyakinan dan tata nilai yang dimilikinya… Tetapi untuk mempertahankan kemerdekaannya kadang diperlukan perjuangan yang berat.
Mungkin saat ini perjuangannya sudah berubah bentuk, mengikuti jaman yang ada, yaitu sebagai professional kita melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan nilai kita, kita telah menjadi tidak merdeka karena kita secara terpaksa atau memilih terpaksa untuk melakukannya meskipun kita tahu hal tersebut tidak sesuai dengan nilai kita.
Sebagai profesional misalnya, kita dapat memilih menjadi profesional yang merdeka dalam arti dapat mengambil keputusan sesuai dengan kapasitas intelektual kita atau hanya menjadi pelaksana saja, meskipun hal tersebut mungkin tidak sesuai dengan pemikiran kita. Memang hal ini tidak semudah yang diucapkan karena kita akan mendapatkan tekanan dari pihak-pihak lainnya.. tapi itulah konsekuensi dari berpikir dan bertindak secara merdeka….
Pilihan kita untuk merdeka akan memberikan juga konsekuensi-konsekuensi yang harus dihadapi. Terkadang kita ingin merdeka tetapi tidak mau menerima konsekuensinya… Menjadi merdeka memang berat tetapi menjadi terjajah… pasti lebih berat lagi…. Hidup adalah pilihan… kita bisa memilih menjadi apapun yang kita mau…. tetapi kita tidak bisa memilih konsekuensinya….. C’est la vie…
Semoga kita selalu diberikan kekuatan untuk memilih menjadi manusia yang merdeka… amin.. ya robbal alamin… Sepenggal dari cerpen favorit saya karya Putu Wijaya yang berjudul “Merdeka” sebagai bahan renungan mengenai pilihan kita untuk menjadi merdeka:
…Merdeka itu adalah beban. Selangit beban di atas pundakmu sendirian. Merdeka adalah penderitaan. Merdeka adalah sejuta kesengsaraan yang tak putus-putusnya. Merdeka berarti kamu jalan sendirian, kamu tidak punya tuan dan majikan yang akan menolongmu kalau celaka. Merdeka itu berarti kamu harus menghadapi keperihan, kesengsaraan, dan nasib busuk sendiri. merdeka itu sakit. Sakit yang mahabesar. Tapi, kamu harus bangga karena kamu yang terpilih untuk memikulnya. berarti kamu dianggap mampu. Kamu masih dipercaya. Kalau kamu msasih dipercaya, berarti kamu masih diperhitungkan. Kalau kamu masih diberikan kesengsaraan, berarti kamu masih hidup. Kamu belum menjadi mayat, belum jadi robot, belum mati seperti yang lain….