Pada arahan penutupan ujian penelitian hari Sabtu malam menjelang pagi, ada penyampaian dari Prof Basri Hasanuddin yang begitu menginspirasikan saya, beliau menyampaikan bahwa ”tidak ada alasan untuk bodoh saat ini, dengan teknologi yang semakin maju kita bisa mencari sumber-sumber ilmu dimana saja, yang dibutuhkan hanya kemauan”. Kalau kita melihat bapak dan ibu pendiri bangsa kita dahulu yang tidak memiliki fasilitas seperti saat ini tetapi mau belajar dari bangsa lain dengan jalan membaca buku dan bersurat (bayangkan berapa lama akses komunikasinya). Ibu kita Kartini misalnya, dengan segala keterbasannya tetap belajar dan berkorespondensi dengan temannya bangsa belanda, bertukar pikiran dan menyatakan pendapatnya.
Setelah mendengar itu, saya jadi malu karena saya merasa semangat belajar saya sudah mulai menurun dibandingkan dengan ketika masih baru lulus kuliah dulu, mestinya dengan segala fasilitas yang ada saat ini, saya harus dapat lebih berkembang lebih pesat. Seperti kata Steve Jobs, tetaplah bodoh dan tetaplah lapar, ya saya harus seperti itu sehingga saya memiliki motivasi yang lebih untuk belajar lagi. Mungkin sindrom ”berpengalaman” sudah menjalari saya, saya merasa sudah berpengalaman dan merasa menjadi cukup ahli di bidang saya sehingga saya merasa tidak perlu belajar keras lagi. Tapi saat ini saya haruslah merasa bodoh lagi, saya harus balik lagi ke titik nol atau back to beginning, kembali lagi ke awal untuk melihat lagi dan meluruskan niat saya.
Kemauan.. itu yang menjadi kata kuncinya, kemauan kitalah yang akan membawa sejauh mana kita akan pergi. Batasannya adalah kemauan kita, mau kemana kita, itulah yang akan mendorong dan memotivasi kita untuk terus maju atau berhenti. Memang saat ini saya harus berhati-hati terhadap pencapaian saat ini, apabila saya merasa puas dan merasa cukup, maka saya akan memiliki comfort zone baru yang akan mengungkung saya untuk tidak bisa keluar dari zona tersebut. Dengan inspirasi ini, saya akan memutuskan kembali apa yang saya mau, mengingat kembali mimpi-mimpi saya, dan memutuskan untuk mewujudkan mimpi tersebut. Dengan kondisi persaingan saat ini, sebagai profesional pun saya harus bersaing tidak hanya dengan profesional yang berasal dari Indonesia, saat ini saya harus siap juga menghadapi persaingan dengan profesional dari luar negeri.
Karena saat ini sudah mulai banyak profesional dari luar negeri yang masuk ke Indonesia dan bahkan dengan bayaran yang sama atau lebih murah dari profesional Indonesia. Saya harus selalu meningkatkan kompetensi saya untuk dapat bersaing dengan mereka, bahkan kalau bisa saya menjadi expatriate di negara lain. Meminjam istilah dari Pramoedya, saya harus menjadi anak semua bangsa, belajar dari bangsa manapun dan dari segala sumber ilmu yang ada di dunia ini….
Semoga saya diberikan kekuatan dan kesabaran untuk terus menghidupkan ”Kemauan” saya… amin Tak lupa saya ingin menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih saya yang sebesar-besarnya kepada Prof Basri Hasanuddin atas inspirasinya…..